Kekuatan Silaturahim

DSC_0910

Bandar Lampung: “Dalam memperingati Nuzulul Qur’an ini, selaku umat Muslim, tidak hanya menjalankan ceremonial saja, tapi lebih dari itu, mengambil makna substantif terhadap apa yang terkandung di dalamnya, salah satunya adalah kekuatan silaturahim,” ungkap Dr. KH. Khairuddin Tahmid, M.H., saat memberikan ceramah agama di Masjid Darul Muttaqin dalam rangkan Safari Ramadan Fakultas Syari’ah dan Hukum IAIN Raden Intan Lampung pada Kamis, 23/06.

Dr. KH. Khairuddin Tahmid, M.H., menjelaskan bahwa silaturahim menjadi sorotan penting dalam agama Islam. Terbukti periintah menjalankan silaturahim termaktub dalam al-Qur’an dan Hadis. Sebagaimana dalam al-Qur’an, Allah berfirman dalam Surat al-Nisa ayat 1, “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”.

Selain itu Rasulullah juga bersabda yang diriwayatkan dari al-Bukhari yang bersumber dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Barangsiapa yang ingin diluaskan rizkinya dan dipanjangkan umurnya ( kebaikannya ) maka bersilaturahmilah”.

Menurut Wakil Dekan 1 FSH ini, kekuatan silaturahim dalam Islam adalah upaya menyatukan pikiran, perasaan, dan hati yang pada akhirnya akan menjadika pribadi yang baik yakni pribadi yang saling menghargai, menyayangi dan pribadi yang memiliki karakter yang positif.

“Dengan bersilaturahim akan menghasilkan shilatul fikri. Dalam shilatul fikri terdapat proses tukar pikiran, informasi, pengalaman, ada dialogis, sharing, dan tentunya terdapat kajian, yang kesemuanya bermuara kepada penyatuan pemahaman, pemikiran, visi, serta menambah wawasan. Jika shilatul fikri telah terjalin, maka akan berlanjut kepada shilatul qalbi. Dalam shilatul qalbi ini, kita terjadi proses jalinan hati. Sehingga jika hati telah terjalin, rasa sayang, cinta, dan rasa menghargai antar sesama akan timbul. Jika sudah terpatri shilatul qalbi, kebaikan-kebaikan lainnya akan datang menaungi mereka yang telah menyatu dalam satu hati. Dengan demikian, rasa curiga, rasa benci, dan rasa dengki akan hilang”, tuturnya. (Abdul Qodir Zaelani)

About admin

Check Also

MCC UIN RIL Gelar Webinar Nasional Tentang UU Kesehatan

Bandar Lampung: Moot Court Community (MCC) UIN Raden Intan Lampung menggelar Webinar Nasional oleh Divisi …

Tinggalkan Balasan