Wakil Dekan 1 FSH : “Rajin Kuliah Tidak Menjamin Nilai Bagus”

DSC_1783-320x180

Bandar Lampung: Beberapa hari yang lalu, ada sejumlah maahasiswa IAIN Raden Intan Lampung khususnya yang ada di Fakultas Syari’ah dan Hukum IAIN Raden Intan Lampung komplain kepada dosen mengenai nilai hasil Ujian Akhir Semester (UAS). Hal ini terjadi terutama pada mahasiswa-mahasiswi yang masih berada di semester awal. Diantara mereka merasa tidak puas dengan nilai ujian yang diberikan oleh dosen yang bersangkutan dikarenakan ia sudah merasa memenuhi persyarartan untuk mendapat niai yang bagus namun hasilnya tidak seperti yang diharapkan.

Menurut isu yang berkembang, mahasiswa/i yang komplain ini menganggap bahwa kehadiran yang rutin itu sudah menjamin nilai yang bagus, meskipun tugas dan lain sebagainya tidak maksimal dikerjakan.

Menanggapi hal tersebut Tim Media Informasi mewawancarai Dr. KH. Khairuddin Tahmid, M.H., Wakil Dekan FSH  mengenai sistem penilaian yang ada di kampus IAIN Raden Intan Lampung khususnya FSH:

Dr. KH. Khairuddin Tahmid, M.H menjelaskan “Kehadiran itu sebagai bukti untuk menentukan bahwa yang bersangkutan itu boleh mengikuti UTS dan UAS yaitu minimal mengikuti tatap muka diikuti dengan absensi 75%. Kemudian norma penilaian itu ada 3, pertama tugas, kedua UTS, dan ketiga UAS. Cara perhitungannya  adalah tugas dikalikan 2, kemudian UTS dikali 3, UAS dikali 5, lalu jumlah nilai itu dibagi 10, nah setelah itu baru dihasilkan penilaian akhir.”

Menurut Dr. KH. Khairuddin Tahmid, M.H., Jadi tidak berarti orang yang aktif kuliah otomatis nilainya bagus, tentu tidak. Ini persepsi salah. Tapi paling tidak keaktifan dalam kuliah itu menjadi pertimbangan dalam melakukan penilaian. Sebenarnya penjelasan mengenai penilaian ini sudah dilakukan pada saat kulta, melalui Jurusan, melalui akademik, melalui wadek I pada saat itu dan sudah ada di buku pedoman akademik,” tuturnya.

Dr. KH. Khairuddin Tahmid, M.H., menegaskan bahwa norma penilaian tidak boleh lain kecuali yang diatur di dalam buku pedoman akademik. Disamping itu juga mahasiswa harus rajin kuliah, belajar sunguh-sungguh, mampu mengerjakan tugas-tugas yang diberikan dan mampu mengerjakan ujian, menunjukan akhlah dan tata kerama yang baik. Kalau semua itu sudah dilakukan, pasti dapat nilai yang bagus,” tegasnya. (Dewi Yulianti)

About admin

Check Also

Respon Kebutuhan Dunia Kerja, Fakultas Syariah Gelar Workshop Kurikulum OBE dan MBKM

Bandar Lampung: Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung menyelenggarakan workshop penyusunan kurikulum berbasis …