Home / Berita Terkini / Beberapa Perbedaan Ciri Penghuni Surga dan Neraka

Beberapa Perbedaan Ciri Penghuni Surga dan Neraka

DSC_0094

Bandar Lampung: “Ada beberapa perbedaan ciri atau karakter yang mendasar bagi penghuni surga dan neraka”, ungkap Wakil Dekan Satu Fakultas Syari’ah dan Hukum IAIN Raden Intan Lampung sekaligus Ketua MUI Lampung, KH. Dr. Khairuddin Tahmid, M.H. saat memberikan tausiah dalam acara Halal Bihalal Keluarga Besar IAIN Raden Intan Lampung pada Rabu (13/7) di Gedung Serba Guna kampus tersebut.

“Penghuni surga memiliki ciri atau karakteristik yang positif. Pertama, wajhun malihun. Penghuni surga selalu menampilkan wajah yang ceria, gembira dan optimis. Wajah ceria merupakan bagian dari karakteristik seseorang yang selalu berfikir positif (positif thinking) dengan semua orang dan segala hal. Kedua, lisanun fashihun. Penghuni surga selalu bicaranya hal-hal yang baik dan bermanfaat. Pembicaraannya selalu menyejukkan. Ketiga, qalbun naqiyyun. Penghuni surga berhati bersih. Tidak iri dan dengki. Mampu mengendalikan diri  dari amarah, emosi dan ego. Dan selalu mengedepankan persamaan bukan perbedaan. Terakhir, penghuni surga memiliki yadun sahiyyun. Penghuni surga memiliki karakteristik yang dermawan. Mau berbagi ilmu, pemikiran, harta, dan tenaga”, jelas Wakil Dekan Satu Fakultas Syari’ah dan Hukum IAIN Raden Intan Lampung.

Beliau juga menjelaskan ciri atau karakteristik penghuni neraka mengarah kepada sesuatu yang bernilai negatif. “Penghuni neraka memiliki sifat dan budi yang jelek. Pertama, wajhun ‘abisun. Wajah yang masam, tidak mudah senyum, cemberut, garang dan tidak ceria. Wajah seperti ini tidak menampilkan wajah yang simpatik, merangkul dan membangun. Kedua, lisanun fahisyun. Pembicaraannya selalu kotor. Diksi yang digunakan selalu membawa pertentangan dan permusuhan, tidak menyejukkan. Ketiga, qalbun syadidun. Penghuni neraka memiliki hati yang keras. Tidak mudah lunak dengan kebaikan dan kebenaran. Merasa dirinyalah yang paling benar. Terakhir, yadun bakhilun.  Penghuni neraka memiliki sifat kikir. Tidak mau berbagi kepada sesama,” ujar Dr. Khairuddin Tahmid, M.H. (Abdul Qodir Zaelani)

About admin

Check Also

WhatsApp Image 2020-11-25 at 07.16.34

Yudisium FS ke-3 Berjalan Sukses, Dekan “Jadilah Mahasiswa Berilmu dan Berakhlak Mulia”

Mata Pena: Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung sukses menyelenggarakan Yudisium periode ke-3 yang dilakukan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *