Home / Berita Terkini / FSH Gelar Praktik Pengamalan Ibadah Tentang Manasik Haji

FSH Gelar Praktik Pengamalan Ibadah Tentang Manasik Haji

IMG-20170118-WA0007

Bandar Lampung: Mahasiswa Fakultas Syari’ah dan Hukum IAIN Raden Intan Lampung mengikut Praktik Pengamalan Ibadah (PPI) manasik haji yang dibimbing oleh Dr. Drs. KH. M. Wagianto, S.H., M.H. Dosen Fakultas Syari’ah dan Hukum IAIN Raden Intan Lampung, Senin, (16/1/2017).

Setiap mahasiswa FSH wajib mengikuti PPI karena masuk pada Satuan Kredit Semester (SKS).

“Saya ingin memberikan pemahaman dan pencerahan kepada mahasiswa bahwa praktik manasik haji itu tidak sulit. Kenapa banyak orang yang menganggap sulit? karena tidak dipandu dengan baik,” ujar Dr. Drs. KH. M. Wagianto, S.H., M.H.

Dr. Drs. KH. M. Wagianto, S.H., M.H. membimbing step by step manasik haji yang diikuti oleh peserta PPI dengan khidmat  dan tertib.

Langkah pertama Dr. Drs. KH. M. Wagianto, S.H., M.H. mempraktekkan niat ihram yang dilakukan setelah mandi wajib dan memakai pakaian ihram serta disusul dengan niat berumrah atau haji (dilakukan di atas kendaraan/penginapan). Ketika sudah tiba di tanah suci/tanah haram dan masuk ke dalam masjidil haram maka berdo’a untuk ka’bah. Kegiatan selanjutnya yaitu melakukan thawaf ifadhah, yaitu mengelilingi ka’bah 7 kali yang dipandu oleh seorang pemandu. Thawaf dimulai dari garis hajar aswad seraya membaca do’a, kemudian minum zam-zam yang diwakili dengan air aqua, setelah itu do’a di hijir ismail, lalu melaksanakan sa’i atau lari-lari kecil antara bukit shofa dan marwah, dan diakhiri dengan tahalul (cukur rambut). Setelah jeda waktu baru melaksanakan lempar jamarat, dari aqabah, wustha dan ula sudah dilaksanakan semua, setelah itu melaksanakan doa dan terakhir thawaf wada’ atau thawaf perpisahan dengan ka’bah sambil berdo’a.

“Manasik haji yang sebenarnya, praktis dan tidak mempersulit, tapi niatnya itu juga sampai. Saya minta peserta untuk memakai pakaian ihram yang asli, supaya rasa atau feelnya itu dapet. Ini merupakan wujud pertama dan mudah-mudahan akan diikuti oleh teman-teman yang lainnya,” katanya.

Drs. H. M. Wagianto, S.H., M.H. berharap dengan dilakukan PPI ini mahasiswa tidak ragu tentang ibadah haji. Jangan takut tidak ada rezeki, setelah wisuda orientasi mahasiswa harus bisa berkunjung ke baitullah. Karena dengan niat haji kita akan diberi rezeki yang tak pernah henti, dengan niat haji maka dicukupi kesehatannnya, keluarganya, dan diberi barokah rezeki yang luar biasa yang tidak pernah disangka-sangka. (Dewi Yulianti)

About admin

Check Also

WhatsApp Image 2020-11-25 at 07.16.34

Yudisium FS ke-3 Berjalan Sukses, Dekan “Jadilah Mahasiswa Berilmu dan Berakhlak Mulia”

Mata Pena: Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung sukses menyelenggarakan Yudisium periode ke-3 yang dilakukan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *