Bandar Lampung – Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung mematangkan pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun 2026 sebagai pintu awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik, sistem perkuliahan, layanan kemahasiswaan, serta budaya belajar di Fakultas Syariah, Rabu (02/09/2026)
Dekan Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung, Dr. Efa Rodiah Nur, M.H., menegaskan bahwa PBAK harus menjadi pengalaman akademik pertama yang memberikan kesan positif kepada mahasiswa baru. Karena itu, pelaksanaan PBAK diarahkan tidak hanya sebagai kegiatan penyambutan, tetapi juga sebagai proses awal membangun karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kecintaan mahasiswa terhadap lingkungan akademik.
Mahasiswa baru akan diperkenalkan lebih dekat dengan Fakultas Syariah, mulai dari struktur pimpinan, program studi, sistem akademik, layanan administrasi, fasilitas pembelajaran, hingga berbagai program pengembangan mahasiswa. Pengenalan tersebut diharapkan membantu mahasiswa lebih cepat beradaptasi ketika memasuki kehidupan perkuliahan.
PBAK juga menjadi momentum bagi Fakultas Syariah untuk mengenalkan karakter keilmuan tiga program studi, yakni Hukum Keluarga Islam, Hukum Tata Negara, dan Hukum Ekonomi Syariah. Mahasiswa diharapkan sejak awal memahami arah keilmuan, peluang pengembangan kompetensi, serta prospek akademik dan profesional dari program studi yang mereka pilih.
Menurut Dr. Efa Rodiah Nur, M.H., menjadi mahasiswa Fakultas Syariah tidak cukup hanya mengejar keberhasilan akademik. Mahasiswa juga perlu membangun integritas, kemampuan berpikir kritis, kepekaan sosial, serta etika yang kuat sebagai calon sarjana yang nantinya akan berhadapan langsung dengan berbagai persoalan hukum dan kemasyarakatan.
Selain pengenalan akademik, mahasiswa baru juga akan memperoleh informasi mengenai organisasi kemahasiswaan. Keberadaan SEMA, DEMA, serta HMJ/HMPS Hukum Keluarga, Hukum Tata Negara, dan Hukum Ekonomi Syariah menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kepemimpinan, kreativitas, kemampuan komunikasi, serta pengalaman berorganisasi di luar ruang perkuliahan.
Pelaksanaan PBAK juga diarahkan untuk menumbuhkan budaya akademik yang sehat. Mahasiswa diperkenalkan pada pentingnya membaca, berdiskusi, menulis karya ilmiah, melakukan penelitian, mengikuti kompetisi, serta memanfaatkan berbagai kesempatan akademik dan nonakademik yang tersedia selama menempuh pendidikan di Fakultas Syariah.
Fakultas Syariah turut menekankan bahwa PBAK harus berlangsung dalam suasana yang edukatif, humanis, ramah, dan bebas dari praktik perpeloncoan. Mahasiswa baru harus merasakan bahwa kampus merupakan ruang belajar yang aman sekaligus tempat bertumbuh, berdialog, dan mengembangkan potensi diri.
Melalui PBAK, mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan nilai-nilai UIN Raden Intan Lampung, termasuk moderasi beragama, integritas, profesionalitas, tanggung jawab sosial, serta semangat untuk mengintegrasikan keilmuan Islam dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat.
Bagi Fakultas Syariah, mahasiswa baru bukan sekadar peserta didik yang memasuki ruang perkuliahan. Mereka merupakan bagian dari generasi baru yang kelak diharapkan mampu berkontribusi dalam pengembangan hukum Islam, pelayanan publik, penegakan hukum, pembangunan masyarakat, serta berbagai bidang profesi yang membutuhkan kompetensi keilmuan syariah dan hukum.
Melalui pelaksanaan PBAK Tahun 2026, Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung berharap mahasiswa baru mampu memulai perjalanan akademiknya dengan semangat, percaya diri, dan kesiapan untuk berkembang. PBAK menjadi langkah pertama untuk membangun generasi mahasiswa Fakultas Syariah yang berilmu, berintegritas, berprestasi, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat. (RDS)
