Mahasiswa Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung Sabet Juara Nasional Debat Politik di UNNES

Semarang – Mahasiswa Fakultas Syariah (FS) UIN Raden Intan Lampung kembali menorehkan tinta emas sekaligus mengukir prestasi gemilang di kancah nasional. Kali ini, Tim Debat Fakultas Syariah sukses merebut gelar Juara Harapan 1 Nasional dalam ajang bergengsi Lomba Debat Politik Mahasiswa Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (HIMA PKN) FISIP Universitas Negeri Semarang (UNNES) pada 24 Mei 2026.

Kompetisi berskala nasional ini berlangsung sangat ketat karena diikuti oleh berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) terkemuka dari seluruh penjuru Indonesia. Tim Debat tangguh yang mengharumkan nama UIN Raden Intan Lampung tersebut merupakan kolaborasi apik dari tiga mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara (HTN), yaitu Fikry Akmal July Wardana, Zakwan Fadhlullah, Iqbal Pahrian

Berpikir Kritis Berbasis Data: Kunci Menembus Dominasi Kampus Nasional

Fikry Akmal July Wardana, salah satu pilar Tim Debat FS, mengungkapkan rasa bahagia dan bangganya atas capaian ini. Menurutnya, keberhasilan menembus jajaran juara nasional merupakan buah manis dari proses dialektika, kerja keras, dan soliditas yang dibangun sejak masa persiapan.

“Capaian ini menjadi pengalaman yang sangat berharga sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kemampuan berpikir kritis, ketajaman argumentasi, dan kedalaman analisis terhadap isu-isu kebangsaan serta politik kontemporer,” kata Fikry.

Ia menjelaskan bahwa materi debat politik menuntut persiapan multidimensi yang tidak mudah. Timnya harus melakukan bedah kasus secara mendalam terkait isu politik, dinamika hukum, dan kebijakan publik yang sedang berkembang di Indonesia.

“Kami rutin melakukan diskusi kelompok, simulasi debat (sparring), penyusunan mosi dan argumentasi berbasis data serta literatur akademik, hingga latihan membangun sanggahan (rebuttal) yang sistematis. Proses panjang dan konsisten ini melatih kami dalam retorika komunikasi, kerja sama tim, dan manajemen waktu yang ketat di podium,” tambahnya.

Fikry juga berpesan kepada mahasiswa lain agar tidak ragu keluar dari zona nyaman. “Prestasi tidak lahir secara instan. Jangan takut mencoba meski minim pengalaman, karena hal terpenting adalah kemauan untuk terus memperluas wawasan,” pungkasnya seraya mengucapkan terima kasih kepada pimpinan fakultas, kedua orang tua, serta keluarga besar Law Debate Community (LDC) Fakultas Syariah yang menjadi kawah candradimuka mereka.

Apresiasi Wakil Dekan III: Lompatan Eksistensi Mahasiswa Syariah di Forum Umum
Keberhasilan luar biasa ini mendapat porsi apresiasi yang besar dari Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dr. Abdul Qodir Zaelani, M.A. Beliau memberikan pujian tinggi atas keberanian dan mentalitas juara yang ditunjukkan oleh Tim Debat Hukum Tata Negara ini.

“Kami menyampaikan apresiasi dan rasa bangga yang setinggi-tingginya kepada Fikry, Zakwan, dan Iqbal. Prestasi nasional ini terasa sangat spesial dan bernilai tinggi karena raihan Juara Harapan 1 Nasional ini didapatkan dari kompetisi debat umum yang diikuti oleh berbagai perguruan tinggi umum (PTN) papan atas di Indonesia, bukan hanya dari kalangan PTKIN saja,” ujar Dr. Abdul Qodir Zaelani, M.A.

Wadek III menilai pencapaian ini membuktikan bahwa mahasiswa Fakultas Syariah memiliki kapasitas intelektual yang setara—bahkan mampu mengungguli—mahasiswa dari kampus-kampus umum dalam membedah isu-isu politik negara.

“Ini adalah bukti nyata bahwa pembinaan kemahasiswaan kita berjalan di jalur yang tepat. Kawan-kawan dari Hukum Tata Negara ini membuktikan bahwa mereka tidak hanya jago dalam hukum Islam, tetapi juga menguasai hukum positif, teori politik, dan tata kelola negara secara universal. Kami di jajaran kemahasiswaan akan terus memberikan dukungan penuh, memperluas panggung inkubasi melalui LDC, serta memperkuat fasilitas agar kultur debat, berpikir kritis, dan tradisi juara ini semakin kokoh dan meluas di kalangan mahasiswa Fakultas Syariah,” tegas Wadek III dengan penuh semangat.

Pendapat Mendalam Dekan: Penguatan Kompetensi Lulusan Hukum Tata Negara

Senada dengan jajarannya, Dekan Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung, Dr. Efa Rodiah Nur, MH, memberikan pandangan yang sangat rinci, komprehensif, dan visioner terkait korelasi prestasi ini dengan mutu akademik fakultas. Beliau memandang kompetisi debat politik sebagai laboratorium empiris bagi mahasiswa hukum.

“Kami atas nama pimpinan fakultas mengucapkan selamat dan sukses atas capaian gemilang ini. Lomba debat politik di UNNES merupakan ajang yang menguji ketajaman nalar. Bagi kami, prestasi ini merupakan indikator objektif bahwa kualitas akademik dan serapan keilmuan mahasiswa kita, khususnya di Program Studi Hukum Tata Negara, telah mencapai standar nasional yang sangat baik,” ungkap Dr. Efa Rodiah Nur, MH.

Lebih lanjut, Dekan menguraikan secara teoretis dan praktis mengenai pentingnya penguasaan keahlian debat bagi calon sarjana hukum. Kemampuan mengartikulasikan hukum ke dalam argumen politik adalah modal utama dalam dunia profesi.

“Seorang sarjana Hukum Tata Negara tidak boleh hanya menjadi pengamat pasif atau sekadar penghafal pasal-pasal undang-undang. Mereka harus mampu berdiri sebagai analis yang kritis, memiliki kemampuan legal reasoning (penalaran hukum) yang kuat, serta cakap dalam menyuarakan solusi atas problematika kebangsaan. Kompetisi debat politik ini adalah bentuk implementasi nyata dari visi integrasi ilmu yang kita usung, di mana nilai-nilai keadilan universal dipadukan dengan dinamika hukum tata negara kontemporer,” urai Dekan secara rinci.

Dr. Efa Rodiah Nur, MH juga menegaskan agar prestasi di bidang debat ini segera dilembagakan dan ditransformasikan demi keberlanjutan mutu lulusan.

“Saya berharap capaian nasional ini menjadi pemantik gelombang motivasi bagi seluruh mahasiswa. Tradisi intelektual seperti ini harus terus dipertahankan, dirawat, dan ditransformasikan. Saya meminta kepada pengelola program studi dan LDC untuk menjadikan pola persiapan tim ini sebagai acuan kurikulum pendamping akademik. Kita harus terus melahirkan para debatur hukum yang tidak hanya cerdas di podium perlombaan, tetapi kelak mampu menjadi pemikir hukum, negarawan, dan praktisi yang amanah serta berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara,” pungkas Dr. Efa Rodiah Nur, MH secara mendalam.

Keberhasilan Tim Debat Fakultas Syariah di Semarang ini semakin memperkokoh posisi UIN Raden Intan Lampung sebagai kampus yang kompetitif, progresif, dan melahirkan generasi unggul di kancah nasional. (Humas/FS)