Lamongan – Mahasiswa Fakultas Syariah (FS) UIN Raden Intan Lampung kembali menorehkan tinta emas sekaligus mengukir prestasi gemilang di kancah nasional. Kali ini, prestasi membanggakan dipersembahkan oleh Sandika, mahasiswa Fakultas Syariah yang sukses merebut gelar Juara 1 Nasional dalam ajang bergengsi Lomba Esai Tingkat Nasional Selegrif (Semarak Legislatif) 2026.
Kompetisi ilmiah yang meluncurkan nalar kritis mahasiswa ini diselenggarakan oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Agama Islam, Universitas Islam Lamongan, dan puncaknya diumumkan pada 23 Mei 2026. Dalam ajang tersebut, Sandika berhasil menyingkirkan berbagai kontestan dari perguruan tinggi lain melalui karya esai tajam yang mengusung tema besar: “LEGIS-SPHERE: Empowering Student Representatives for Better Governance” (Memberdayakan Perwakilan Mahasiswa untuk Tata Kelola yang Lebih Baik).
Riset Dua Minggu: Menuangkan Solusi Berbasis Data Akademis
Saat dihubungi, Sandika, Mahasiswa Hukum Tata Negara, mengungkapkan rasa syukur yang tak terhingga atas capaian tertinggi ini. Dirinya mengaku sangat bahagia karena gagasan yang ia tuangkan mengenai dunia legislatif kemahasiswaan mendapat pengakuan di tingkat nasional. Menurutnya, isu legislasi dan tata kelola organisasi merupakan instrumen vital dalam membentuk iklim politik yang sehat.
“Proses persiapan naskah esai ini memakan waktu hampir dua minggu. Fokus utama saya adalah melakukan riset mendalam di bidang politik mahasiswa dan struktural legislatif kampus. Saya ingin memberikan potret sekaligus solusi konkret bagaimana peran pemuda, khususnya lembaga perwakilan mahasiswa, dapat dioptimalkan demi tata kelola institusi yang lebih baik, transparan, dan akuntabel,” ujar Sandika.
Ia juga menitipkan pesan motivasi yang kuat kepada rekan-rekan mahasiswa lainnya agar tidak ragu terjun ke dunia kepenulisan ilmiah, khususnya esai.
“Menulis esai itu bukan sekadar ajang kompetisi untuk mencari juara, melainkan sebuah ruang bagi kita untuk belajar menuangkan ide, mengkritisi keadaan, dan menawarkan solusi atas berbagai permasalahan riil di masyarakat. Melalui esai, kita dipaksa untuk terus membaca, melakukan riset, dan peka terhadap perkembangan isu-isu terkini secara lebih mendalam,” tuturnya.
Sandika tidak lupa menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada pimpinan kampus UIN Raden Intan Lampung, khususnya Fakultas Syariah, yang tiada henti memberikan ekosistem pendukung bagi mahasiswa untuk berkompetisi di tingkat nasional.
Apresiasi Wakil Dekan III: Menulis Esai sebagai Refleksi Intelektual Tertinggi
Keberhasilan Sandika meraih podium pertama berskala nasional ini mendapat porsi apresiasi yang sangat besar dan luas dari Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dr. Abdul Qodir Zaelani, M.A.
Beliau memuji ketekunan Sandika dan menyebut kemampuan menulis esai sebagai representasi dari kedalaman intelektual seorang mahasiswa.
“Kami atas nama pimpinan kemahasiswaan menyampaikan rasa bangga yang luar biasa dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Sandika. Menjadi Juara 1 Nasional dalam lomba esai adalah pencapaian yang sangat prestisius. Menulis esai ilmiah membutuhkan ketajaman analisis, kemampuan sintesis data, dan kerangka berpikir yang metodologis. Sandika telah membuktikan bahwa mahasiswa Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung tidak hanya unggul dalam diskursus lisan, tetapi juga memiliki ketajaman pena yang diakui secara nasional,” ungkap Dr. Abdul Qodir Zaelani, M.A. dengan penuh bangga.
Lebih lanjut, Wadek III menegaskan bahwa tema esai yang diangkat oleh Sandika mengenai tata kelola legislatif mahasiswa (better governance) sangat relevan dengan komitmen fakultas dalam membentuk karakter kepemimpinan.
“Prestasi ini adalah buah dari kerja keras dan riset serius. Kemampuan menuangkan solusi politik-legislatif ke dalam bentuk tulisan yang bernyawa adalah keahlian yang mahal. Kami di jajaran kemahasiswaan akan terus melipatgandakan dukungan, memperkuat wadah-wadah kepenulisan ilmiah di fakultas, serta memastikan bahwa setiap mahasiswa yang memiliki potensi riset seperti Sandika mendapatkan ruang pembinaan yang optimal agar kultur literasi ini terus menggelora di Fakultas Syariah,” tegas Wadek III.
Pendapat Rinci Dekan: Penguatan Budaya Riset dan Kontribusi Pemikiran Hukum
Senada dengan hal tersebut, Dekan Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung, Dr. Efa Rodiah Nur, MH, memberikan pandangan dan pendapat yang sangat rinci, komprehensif, dan visioner terkait makna kemenangan ini. Beliau memandang esai karya Sandika sebagai bentuk sumbangsih pemikiran yang nyata dari mahasiswa hukum terhadap tata kelola kelembagaan.
“Selamat dan sukses untuk ananda Sandika atas raihan Juara 1 Nasional yang sangat membanggakan ini. Bagi Fakultas Syariah, kemenangan di bidang karya tulis ilmiah seperti esai ini merupakan indikator bahwa mutu akademik, budaya membaca, dan iklim riset di lingkungan kampus kita berjalan dengan sangat baik dan substantif,” jelas Dr. Efa Rodiah Nur, MH.
Secara lebih terperinci, Dekan menguraikan relevansi antara dunia kepenulisan ilmiah dengan profil lulusan Fakultas Syariah yang ideal. Calon sarjana hukum harus dibekali tradisi menulis yang kuat agar mampu merumuskan naskah akademik di masa depan.
“Seorang mahasiswa syariah dan hukum dituntut tidak hanya fasih membaca teks undang-undang atau kitab-kitab klasik, melainkan juga harus mampu melahirkan tulisan ilmiah yang bersifat solutif-aplikatif. Esai yang ditulis Sandika mengenai pemberdayaan perwakilan mahasiswa demi tata kelola yang baik (better governance) menunjukkan adanya kematangan nalar politik dan hukum. Ini adalah modal dasar yang sangat baik untuk melatih kemampuan menyusun legal drafting atau naskah akademik yang kelak sangat dibutuhkan di dunia kerja nyata,” urai Dekan secara mendalam.
Dr. Efa Rodiah Nur, MH juga menginstruksikan agar prestasi kepenulisan ini segera ditranslasikan ke dalam program pembinaan yang lebih masif di tingkat fakultas agar memicu lahirnya penulis-penulis baru.
“Saya berharap capaian nasional ini tidak berhenti sebagai pajangan trofi belaka. Saya meminta kepada pihak program studi dan bagian kemahasiswaan untuk menjadikan karya tulis Sandika ini sebagai pemantik gerakan literasi ilmiah fakultas. Kita harus memperbanyak forum bedah karya dan lokakarya penulisan esai, di mana mahasiswa berprestasi seperti Sandika dilibatkan langsung untuk menularkan ilmunya kepada adik tingkat. Kita ingin Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung dikenal bukan hanya karena mahasiswanya yang aktif, melainkan karena tradisi risetnya yang kuat, kritis, berkarakter, dan senantiasa berkontribusi bagi kemajuan peradaban,” pungkas Dr. Efa Rodiah Nur, MH secara rinci.
Prestasi nasional yang ditorehkan Sandika di Universitas Islam Lamongan ini semakin menegaskan posisi Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung sebagai salah satu barometer kampus Islam yang unggul, kompetitif, dan produktif dalam melahirkan karya-karya ilmiah bereputasi. (Humas/FS)