Bandar Lampung – Sebanyak 417 mahasiswa baru Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung resmi mengikuti rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2025. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 26–28 Agustus 2025, ini mengusung tema penuh makna “Merajut Cinta, Merawat Semesta, Membangun Generasi Emas Berjiwa Ekoteologis.”
Suasana hari kedua, Rabu (27/8/2025), tampak semarak di Gedung Serba Guna Fakultas Syariah. Para mahasiswa baru hadir penuh antusias mengenakan almamater hijau khas UIN RIL, simbol komitmen pada lingkungan sekaligus identitas intelektual kampus.
Dalam kesempatan itu, Dekan Fakultas Syariah Dr. Efa Rodiah Nur, M.H. hadir memberikan sambutan yang menginspirasi. Ia menekankan bahwa PBAK tahun ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum untuk menyalakan Semangat Baru Menyongsong Perjalanan Akademis.
“Semangat Baru ini adalah tekad kita bersama untuk melahirkan generasi emas yang religius, intelektual, dan peduli semesta,” ujar Dr. Efa yang disambut tepuk tangan meriah mahasiswa baru.
Beliau juga menegaskan, pendidikan di Fakultas Syariah tidak sebatas rutinitas akademik, tetapi juga proses membentuk pribadi yang utuh. Mahasiswa diharapkan tumbuh menjadi Qurrota A’yun generasi penyejuk hati, pembawa kebahagiaan bagi orang tua, masyarakat, dan bangsa.
UIN Raden Intan Lampung sendiri terus mengukuhkan identitasnya sebagai kampus hijau berkelas internasional dengan moto “Kampus Berwawasan Lingkungan, Intellectuality, Spirituality, Integrity.” Menurut Dr. Efa, mahasiswa baru perlu memahami nilai dasar ini, yakni integrasi antara ilmu pengetahuan, spiritualitas, dan integritas, sebagai ciri khas yang membedakan UIN RIL dari kampus lain.
Momentum PBAK 2025 juga semakin istimewa dengan hadirnya Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), program inovatif yang dicanangkan Kementerian Agama RI. Kurikulum ini menekankan nilai kasih sayang, toleransi, dan persaudaraan sebagai jawaban atas tantangan intoleransi dan konflik sosial.
“Kurikulum Berbasis Cinta adalah jantung baru pendidikan kita. Ia hadir untuk membentuk generasi inklusif, terbuka, dan penuh kasih,” jelas Dr. Efa Rodiah Nur, MH.
Dengan semangat tersebut, Fakultas Syariah berkomitmen menjadi pelopor dalam implementasi KBC. Para mahasiswa baru ditempatkan sebagai garda terdepan untuk menghidupkan nilai cinta dalam kehidupan akademik maupun sosial. Perjalanan studi mereka diharapkan benar-benar mencerminkan cinta pada ilmu, cinta pada alam, dan cinta pada kemanusiaan. (Arif/Rudi/Jayus/Hendri/Muin)