DSC_0040

Bandar Lampung: Menteri Agama keluarkan regulasi terbaru yakni Peraturan Menteri Agama (PMA) nomor 33/2016 tentang gelar akademik terbaru. Tentu adanya gelar baru tersebut membawa angin segar untuk semua lulusan dari perguruan tinggi berbasis agama, salah satunya FSH IAIN Raden Intan Lampung.

Dr. Alamsyah, M.Ag., menyatakan adanya regulasi tentang gelar akademik terbaru merupakan buah dari para dekan yang memperjuangkan nasib lulusan dari perguruan tinggi berbasis agama. “Ini perjuangan Forum Dekan Syariah se-Indonesia sejak 2013-2016, sejak di Makasar-Malang-Aceh. Perjuangan ini dilakukan untuk memperjuangkan nasib lulusan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri maupun Swasta agar setara dengan lulusan Perguruan Tinggi Umum lain, dan agar memiliki peluang kerja lebih luas. Karena buat apa dengan gelar macam-macam, unik dan aneh tapi justru mempersempit peluang dan tidak memberi masa depan lebih baik. Kasih saja gelar yang sudah popular dan dikenal umum. Alhamdulillah bapak kita di Kementerian Agama pusat sudah menyadarinya walau baru sekarang”, ujar Dekan dengan penuh semangat.

“Kesempatan dan peluang sama sudah diberikan. Tidak ada lagi perlakuan diskriminatif terhadap lulusan fakultas syariah. Tinggal kita yang harus meningkatkan kualitas. Tanpa kualitas tidak akan ada artinya. Tapi jangan pernah takut tantangan. Hadapi. Fakultas berusaha memfasilitasi. Karena itu, siap-siap menjadi hakim di Pengadilan Negeri dan Jaksa. Peluang makin luas, tantangan makin besar. Orang sukses berani hadapi tantangan”, tambah Dekan.

Berkaitan dengan mahasiswa yang telah lulus, Dr. Alamsyah, M.Ag., akan memfasilitasinya dengan memberi surat keterangan dari fakultas. “Fakultas bisa memberikan surat keterangan bahwa gelar yang lama (Drs./S.Ag./S.H.I.) setara dengan SH. Kalau mau ijazah baru dengan gelar baru, bisa juga asal kuliah lagi 3 semester lah”, pungkas Dekan. (Abdul Qodir Zaelani)