Bidadari Surga Allah ciptakan dari Empat Unsur

Ela Novita Sari

Ia titipkan pelangi di tangan kusam ini

Ia titipkan gema di telinga sederhana ini

Ia titipkan pijakan di kaki beku ini

Ia titipkan kalbu di raga bisu ini

Kata tak sembarang huruf yang ia suapkan

Kata tak sembarang bahasa yang ia suarakan

Istirahat yang bagaimana yang ia punya?

Nyatanya mampu terurai lugas

Bahwa mimpi yang di sanding pelangi itu indah

Bahwa mimpi yang di sanding gema itu istimewa

Raja siang yang mencoba bohong pada semesta

Pura-pura tak ingin panas di jiwa

Raja siang yang tersembunyi oleh batu sembilu

Terkupas oleh awan putih yang tertiup awan biru

Bahwa mimpi yang di sanding pijak kaki itu mendaki pasti

Bahwa mimpi yang di sanding kasih itu merekah ria

Koma yang bagaimana yang ia punya?

Nyatanya mampu terkibas tegas

Semaian tintah hijau yang memukau

Dan kini menjadi lembaran kayu yang merayu