Home / Berita Terkini / Opini: Jika Kita Merasa Belum Berhasil

Opini: Jika Kita Merasa Belum Berhasil

DSC_0216

 

Jika Kita Merasa Belum Berhasil
Hartini
Aktivis Mata Pena
Hukum Ekonomi Syari’ah 

Terkadang hidup memang tidak semudah yang kita bayangkan. Hidup damai dan tentram merupakan impian dan tujuan bagi semua orang. Setiap orang tentunya memiliki definisi hidup damai dan tentram yang berbeda-beda. Ada yang mendefinisikan bahwa hidup akan damai ketika kita memiliki segalanya. Akan tetapi berbeda dengan orang-orang yang belum mencapai keberhasilannya. Terlalu banyak suara dalam kepala terlebih lagi rasa cemas yang kerap kali muncul membuat kita ragu untuk melangah. Beberapa dari kita mungkin berfikir bahwa keberhasilan itu adalah sebuah kebahagiaan tetapi pernahkan kita berfikir bahwa menghargai diri sendiri atas apa yang telah kita capai merupakan hal sederhana yang membuat kita bahagia atau sudahkah kita mengapresiasi diri sendiri sebelum mengapresiasi orang lain? Mungkin sebagian dari kita belum melakukan hal tersebut dan bahkan ada yang belum mengetahui bagaimana cara menghargai diri sendiri.

Banyak hal yang membuat kita tidak puas dengan apa yang kita miliki atau dengan pencapaian yang sudah kita dapatkan. Padahal dalam Al-Qur’an pun telah dijelaskan pada surah Al-Baqarah ayat 152 “Karna itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya aku ingat (pula) kepadamu dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah mengingkari (nikmat)-Ku”. Bersyukur atas hidup yang telah kita lalui serta menerima segala kekurangan atau kelebihan tanpa merasa tinggi hati adalah hal sederhana menuju keberhasilan. Jika kita merasa bahwa hidup ini belum sebahagia atau seberhasil mereka maka cobalah hal-hal sederhana berikut ini :

  1. Belajarlah merasa cukup.

Jika kita merasa lelah istirahatlah dan jangan paksakan diri kita untuk tetap kuat karena pada dasarnya kita punya energi yang terbatas dan butuh recharge agar kita terus dapat melangkah.

  1. Jangan batasi diri kita.

Hanya mungkin karena orang lain bilang kita tidak layak, tidak bisa atau tidak mampu. Kita menjadi seseorang yang terdokrin dalam lingkaran orang-orang yang belum memulai sudah bilang tidak bisa dan ragu sebelum mencoba. Dalam Al Qur’an Surah Al-Imran ayat 139 :  “janganlah kamu bersifat lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang beriman”. semestinya kita lebih percaya diri dalam melakukan apapun selagi itu dalam hal kebaikan. Keraguan dalam memulai sesuatu itu pasti ada, tetapi cobalah untuk lebih menguasai diri dan percaya dengan kemampuan yang kita miliki maka insyaallah.

  1. Berhenti menyenangkan orang lain.

Ada sebuah kalimat motivasi yang berasal dari seorang public figur Korea Selatan Kim Seokjin namanya ia pernah berkata“jangan terus mementingkan orang lain dan cobalah untuk lebih menghargai dirimu sendiri”. Dengan selalu menjadi orang yang bilang “ngga papa” padahal sebenarnya kita sangat terbebani. Terkadang kita juga sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja atau mungkin banyak hal lain yang ingin kita selesaikan menjadi tertunda. Cobalah untuk berkata tidak dan jangan terus-terusan meng-iya-kan  permintaan orang lain. Meng-iya-kan  permintaan orang lain bukanlah hal buruk akan tetapi jika hal tersebut terjadi secara belebihan maka akan mempersulit diri kita sendiri.

  1. Berhenti membandingkan.

Jangan jadikan pencapaian orang lain sebagai target kita menuju keberhasilan. Cukup jadikan hal tersebut sebagai motivasi agar kedepannya kita menjadi lebih semangat. Jika target dan hasil tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan maka hal itu dapat menjadi pressure untuk diri kita sendiri.

  1. Banyak bersyukur dengan apa yang kita dapatkan hari ini.

Cobalah untuk tersenyum dan bayangkan hal-hal baik yang datang pada kita termasuk hal kecil yang seringkali kita anggap remeh tapi dapat menjadikan kita lebih baik dari sebelumnya.

  1. Jangan pernah merasa tertinggal.

Proses pencapaian setiap orang itu pasti berbeda-beda. Cukup dengan kita terus berusaha dan tidak menyerah serta diiringi dengan doa. Tentunya hal ini sudah membiarkan diri kita untuk tetap bertumbuh.

Pada dasarnya keberhasilan bukan hanya tentang prestasi yang dapat dibanggakan tetapi juga tentang bagaimana kita menguasai diri sendiri. Karena kebahagiaan diri sendiri itu merupakan hal yang utama dan sesekali mengedepankan diri sendiri bukanlah hal yang egois, melainkan kita berhak untuk mendapatkan itu. Cobalah untuk selalu menghargai hal yang sudah kita lalui dan setiap pencapaian yang kita dapatkan sekecil atau sebesar apapun itu. Bersyukur atas nikmat-Nya yang telah kita dapatkan sampai hari ini. Percayalah ketika kita banyak bersyukur atas nikmat yang kita dapatkan maka Allah akan menambah nikmat yang berlimpah.

About admin

Check Also

7DD120FE-EE77-4134-8708-5C9CF8E50E20

Puisi: Masa Sulit

Masa Sulit Reycinta Utami Putri Aktivis Mata Pena Hukum Keluarga Islam  Duduk termenung disudut ruang …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *