Home / Agenda / Cindani Tika Kusuma, M.Psi: Mahir Teknologi Jadi Tantangan Bagi Generasi Z

Cindani Tika Kusuma, M.Psi: Mahir Teknologi Jadi Tantangan Bagi Generasi Z

WhatsApp Image 2022-06-05 at 18.17.44

Bandar Lampung: Law Debate Community dan MataPena Fakultas Syari’ah UIN Raden Intan Lampung sukses selenggarakan webinar Nasional bertajuk “Gen Z Thinking: Menilik LGBT Melalui Perspektif Hukum, Psikologi, Agama dan Seksualitas” yang dilaksanakan secara online via zoom pada Minggu, (05/06/2022).

Webinar yang diikuti oleh seratusan peserta dan dihadiri oleh Dekan Fakultas Syariah, Dr. Efa Rodiah Nur, M.H, Dr. Abdul Qodir Zaelani S.HI., M.A, selaku pembina Law Debate Community, ketua pembina Matapena dan pemateri dalam webinar tersebut. Adapun pemateri lain yakni Ana Yunita Pratiwi , M.Pd., selaku Direktur Eksekutif Lembaga Advokasi Perempuan Damar, Cindani Trika Kusuma, S.Psi., M.Psi., selaku Psikolog Klinis, Dr (c). Agus Suprianto, S.H., S.HI., M.Si., CM., selaku Advokat Firma Hukum Tnc & friends dan dosen hukum STAI Yogyakarta.

“Gen Z Thinking Menilik LGBT Melalui Prespektif Psikologi” disampaikan oleh Cindani Trika Kusuma, M.Psi, Psikolog., yang merupakan seorang psikologi klinis.

Dalam materinya Cindani Trika Kusuma, M.Psi, Psikolog., menyampaikan bahwa Generasi Z merupakan generasi yang lahir setelah generasi Y dan memiliki beberapa karakteristik.

“Generasi Z atau generasi pasca milenial yang lahir setelah generasi Y yakni kelompok manusia termuda di dunia saat ini. Kumpulan orang yang termasuk ke dalam generasi ini adalah yang lahir di tahun 1995-2010 yang kini berusia antara 11-26 tahun. Di Indonesia pada tahun 2010 saja jumlah mereka sudag lebih dari 68 juta orang, nyaris dua kali lipat generasi X (kelahiran 1965-1976)”, jelasnya.

Saat ini, tambahnya, ada sekitar 2,5 orang generasi Z diseluruh dunia. Generasi Z memiliki 4 karakteristik yaitu fasih teknologi, sosial, multitasking, dan cepat berpindah dan Salah satu karakteristik yang dapat menjadi tantangan bagi generasi Z yaitu mahir berteknologi, apabila informasi yang mereka dapat mengacu pada konten fornografi maka dapat mengarah pada penyimpangan seksual. Maka dari itu kemampuan untuk memilah dan mimilih informasi yang kita dapat sangat penting.

Ia juga menuturkan bahwa figur keluarga terutama orangtua sangat berperanan penting untuk mengawasi perkembangan anak.(Riska)

About admin

Check Also

WhatsApp Image 2022-11-25 at 09.17.24

Aktivis Mata Pena-LDC, Sintami Agustian, Raih Mahasiswa Terbaik Fakultas Syariah

Bandar Lampung: Aktivis Mata Pena dan Law Debate Community (LDC) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *