Home / Berita Terkini / Ketua Mata Pena Raih Skripsi dan Mahasiswa Terbaik Fakultas Syariah

Ketua Mata Pena Raih Skripsi dan Mahasiswa Terbaik Fakultas Syariah

20181101_151932

Mata Pena: Nur Fatmawati Anwar mahasiswi prodi muamalah fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung yang tergabung dalam komunitas Mata Pena yang merupakan komunitas para aktivis mahasiswa yang memiliki kemampuan di bidang menulis. Mata Pena sendiri dibina oleh dosen fakultas Syariah Abdul Qodir Zaelani,S.H.I.,M.A yang juga pemimpin redaksi MUI Lampung Online, dan Rudi Santoso, M.H.I., M.H.

Mata Pena adalah orang-orang hebat di dalamnya, terbukti Nur Fatmawati Anwar sebagai ketua Mata Pena yang saat ini menyandang gelar Sarjana Hukum (SH) dan berhasail meraih sebagai mahasiswa terbaik dan skripsi terbaik 2 pada yudisium periode ke 3 fakultas Syariah, pada Selasa (30/10/2018) di GSG Fakultas setempat.

Saat ditanya mengenai pencapaian prestasinya, Nur Fatmawati, S.H. ternyata mahasiswi bukan asal Lampung tetapi dari Cianjur, Jawa Barat. Ia mengatakan jauh jauh merantau kuliah di Lampung maka ia harus serius dalam belajar, bukan hanya sekedar kuliah. Karena dengan kesungguhannya dalam belajar, ia mendapat IPK terbaik pada kelulusan di periode ke 3 fakultas Syariah. Menurutnya, peraih IPK terbaik bukan hanya karena orangnya pintar namun karena orang yang tekun dalam belajar, bahkan orang yang pintar belum tentu lebih baik dari pada orang yang tekun dalam belajar.

“Satu yang harus ditekankan bahwa, saya merantau ke Lampung jauh dari keluarga dan orang tua, jadi saya harus belajar dengan sungguh-sungguh, harus serius. Saya harus melakukan apapun yang ingin saya lakukan dengan sebaik mungkin, agar dari awal tidak sia-sia. Memang harus serius kuliahmya. Saya jadikan hari-hari perantauan saya sebagai hari-hari yang saya jalani dengan baik dan benar,” ujar Nur Fatmawati yang akrab disapa Nure.

“Jika ada yang mengatakan IPK saya terbaik karena saya pintar, itu menurut saya tidak juga, karena orang jika belajar bisa juga semuanya pintar dan orang yang pintar juga belum tentu sebaik orang yang belajarnya tekun meskipun tidak terlalu pintar,” sambung Nure.

Mahasiswi terbaik ini ternyata awalnya adalah orang yang pendiam namun ia mampu melawan diri karena ingin banyak teman serta banyak pengalaman dengan mengikuti banyak organisasi. Namun dari banyaknya organisasi yang diikuti, ia mampu menyaring mana organisasi yang membuatnya serius mengikuti dan nyaman.

“Memang saya awalnya pendiam tapi pingin punya banyak teman serta pingin punya banyak pengalaman, jadi saya lawan diri saya yang pendiam dan pemalu dengan ikut banyak organisasi. Dengan berjalannya waktu, organisasi-organisasi yang saya ikuti jadi tersaring mana yang saya ikuti dengan serius dan mana yang buat saya nyaman,” ujarnya.

“Di Mata Pena itu salah satu aktivitas yang membuat saya nyaman karena orang-orangnya yang membuat saya nyaman. Di Mata Pena terasa sekali kekeluargaannya, meskipun banyak kegiatan, banyak acara tapi semuanya itu bisa dinikmati dan kegiatan-kegiatannya bisa bernilai lebih. Membuat warna di kehidupan saya. Kemudian di Mata Pena lebih terbuka wawasannya serta bisa kenal dengan orang-orang hebat,” tambahnya. (Hanivah)

About admin

Foto Profil dari admin

Check Also

IMG-20190114-WA0128

Mahasiswa UIN : Boikot Pencalonan DPD Andi Surya

  Mata Pena: Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap salah satu mahasiswi UIN Raden Intan Lampung …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas