Home / Berita Terkini / Dibalik Perjuangan Tim Debat: Panggih F Paramadina

Dibalik Perjuangan Tim Debat: Panggih F Paramadina

IMG-20181031-WA0087

Mata Pena: Fakultas Syariah raih prestasi membanggakan di tingkat nasional. Baru saja delegasi tim debat meraih juara dua nasional debat hukum Islam PTKIN se Indonesia yang diselenggarakan di Jakarta. Salah satu delegasi dalam debat tersebut adalah Panggih F Paramadina, mahasiswi semester 3 kelas internasional.

“Awalnya karena mengikuti perlombaan di tingkat fakultas, lalu saya Panggih F Paramadina yang saat itu sebagai pembicara pertama dengan nama Tim Adigium beranggotakan Roni Azhari dan Yusril Iza Mahendra. Tim kami mendapatkan juara 2, dan sedari awal memang perlombaan itu ditujukan untuk penyeleksian lomba di syaria event Jakarta dengan sistem random atau acak. Sehingga saya yang walaupun hanya dapat juara 2, berkesempatan untuk ikut bergabung pada tim debat di syaria event Jakarta,” ujar Panggih menceritakan awal menjadi salah satu tim dalam debat nasional yang diselenggarakan di Jakarta.

Panggih menjelaskan persiapan yang dilakukannya luar biasa, mulai dari bimbingan dengan para dosen, lalu mulai menjurus fokus pada mosi.

“Sehari-hari berada di kampus karena harus belajar dan terus belajar. Sampai menginap bersama, begadang,” kenang Panggih pada Rabu, (31/10/2018).

Panggih juga mengungkapkan rasa saat mengikuti lomba debat tingkat nasional tersebut.

“Rasanya ketika diawal kami bertiga merasa sangat deg degan mengingat ini event pertama kami. Namun setelah selesai pada babak penyisihan. Kami mulai optimis dan yakin bahwa kami bisa masuk ke dalam 3 besar,” ungkap Panggih yang juga menjadi anggota Mata Pena.

Panggih juga mengungkapkan kesan salam mengikuti perlombaan.

“Kesannya menyenangkan, yang awalnya kami bertiga tidak terlalu akrab, kami jadi sangat akrab sekarang, kami juga kenal dengan mahasiswa-mahasiswa lain di berbagai PTKIN di Indonesia,” tutur Panggih.

Ia juga mengucapkan terimakasih pada Allah SWT, serta para dosen yg telah membantu dalam membimbing.

“Terutama pada pak Alamsyah, pak Abdul Qodir Zaelani, Pak Hervin, Pak Yasin, serta dosen dosen lain yang amat sangat mendukung kami,” tutur Panggih

Ia juga menyatakan Ini merupakan prestasi pertama ketika di bangku kuliah. (Tim Mata Pena)

About admin

Foto Profil dari admin

Check Also

IMG-20190114-WA0128

Mahasiswa UIN : Boikot Pencalonan DPD Andi Surya

  Mata Pena: Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap salah satu mahasiswi UIN Raden Intan Lampung …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas